Parepare - Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor IAIN Parepare resmi menutup masa pendaftaran berkas pada Senin (12/1/2026). Hingga hari terakhir, tercatat ada empat kandidat yang resmi mendaftar, termasuk satu pendaftar yang berasal dari luar instansi IAIN Parepare.
Ketua Panitia Penjaringan Rektor IAIN Parepare, Ali Rusdi, membenarkan bahwa seluruh berkas bakal calon telah diterima. Para pendaftar terdiri dari petahana, jajaran pimpinan pascasarjana, hingga akademisi dari UIN Alauddin Makassar.
"Hari ini terakhir penerimaan berkas bakal calon rektor dan kami resmi menerima empat calon," kata Ali Rusdi kepada wartawan, Senin (12/1).
Ali menegaskan bahwa proses seleksi di tingkat senat tidak akan menggunakan sistem pemungutan suara atau voting. Penilaian akan dilakukan secara kualitatif untuk menguji kelayakan para kandidat.
"Tidak ada penilaian dalam bentuk kuantitatif atau voting. Semuanya kualitatif, sifatnya penilaian seperti sangat layak atau layak," tegas Ali.
Setelah pendaftaran ditutup, panitia akan melakukan verifikasi berkas pada 13-15 Januari 2026. Hasil verifikasi tersebut akan diserahkan ke rektorat pada 21 Januari untuk dilanjutkan ke tahap uji kualifikasi di Senat IAIN Parepare.
Nantinya, Senat dan Panitia Seleksi (Pansel) pusat akan menyaring para kandidat menjadi tiga nama besar untuk disodorkan kepada Menteri Agama (Menag).
"Keputusan akhir 100 persen ada di Kementerian Agama. Kami (Senat dan Pansel) hanya memberikan rekomendasi tiga besar," pungkasnya.
Daftar 4 Bakal Calon Rektor IAIN Parepare:
- Prof. Hannani: Rektor IAIN Parepare periode 2022–2026 (Petahana).
- Prof. Andi Aderus: Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar.
- Prof. Darmawati: Mantan Direktur Pascasarjana IAIN Parepare (2022–2024).
- Islamul Haq: Direktur Pascasarjana IAIN Parepare saat ini.


